Home    Hari Rabies Sedunia

Hari Rabies Sedunia

 

 

Hari Rabies Sedunia adalah hari yang diperingati setiap tahun pada tanggal 28 September. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan kesadaran seluruh masyarakat di semua belahan dunia tentang pencegahan rabies dan untuk mengingatkan agar selalu waspada terhadap penyakit mengerikan ini.

 

Tanggal 28 September juga menandai ulang tahun kematian Louis Pasteur, ahli kimia Perancis dan mikrobiologi, yang mengembangkan vaksin rabies pertama. Dan hari ini, hewan yang aman untuk manusia adalah salah satu alat penting yang ada untuk mencegah kematian manusia akibat rabies sementara kesadaran adalah pendorong utama bagi keberhasilan masyarakat untuk terlibat dalam pencegahan rabies yang efektif.

 

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc mengatakan, rabies merupakan penyakit mematikan yang dapat menyerang manusia. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan hewan seperti anjing, kucing, dan kera. Dr. Jane menjelaskan, strategi terpenting dalam melaksanakan pencegahan dan pengendalian rabies adalah upaya Promotif-Preventif, agar masyarakat terhindar dari penularan rabies.

 

“Setiap tahun, rata-rata ada sekitar 55.000 orang yang meninggal karena rabies dan 95% dari jumlah itu terjadi di Asia dan Afrika, Rata-rata pertahun kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) sebanyak 76.000 kasus dan kematian akibat rabies pada manusia adalah sebanyak 100 orang,” tuturnya.

 

Rabies merupakan penyakit yang ditularkan dari gigitan dan goresan dari hewan yang terinfeksi virus. Kabarnya, setiap 10 menit satu orang meninggal dunia karena rabies. Tanpa bermaksud menimbulkan kekhawatiran pada khalayak, rabies adalah penyakit yang berbahaya, bisa menular dari hewan ke manusia melalui gigitan dan berakhir dengan kematian jika tidak mendapat penanganan khusus.

Rabies adalah penyakit yang dapat dicegah. Ada tips sederhana yang dapat Kita lakukan untuk mencegah tingginya angka kematian akibat rabies sebagai berikut.

 

Vaksinasi

Hewan peliharaan di rumah wajib mendapatkan vaksin rabies. Vaksinasi rutin juga dapat melindungi kesehatan hewan peliharaan.

 

Menjaga hewan peliharaan

Hindari hewan peliharaan Kita dari kontak hewan liar di lingkungan kita. Karena kita tidak tahu kondisi kesehatan hewan lain tersebut.

 

Periksakan ke dokter jika binatang Kita sakit

Pastinya Kita tahu kondisi hewan kita di saat sedang sakit. Apalagi kalau terinfeksi, segera antarkan ke dokter hewan untuk mendapat penangangan lebih lanjut.

 

Indonesia sendiri sudah mencanangkan bebas rabies tahun 2020, namun komitmen mulia ini tidak mudah tercapai jika semua masih bekerja sendiri-sendiri, penanganan rabies niscaya adalah tanggung jawab bersama antara unsur kesehatan hewan, kesehatan manusia dan masyarakat terutama para pemilik hewan perliharaan.

Sudah saatnya rabies dijadikan isu penting berskala nasional yang menyangkut keselamatan masyarakat luas sehingga bisa diangkat menjadi satu hal yang memerlukan komitmen politik yang kuat dalam mengendalikan penyebarannya.

 

Langkah konkrit seperti perbaikan surveilans, membangun laboratorium yang sesuai standard  untuk kepastian diagnosa, vaksinasi massal dan tertarget, koordinasi dan kerjasama lintas sektoral antara kesehatan (manusia) dan kesehatan hewan, serta pemberian edukasi kepada masyarakat  luas akan bahaya rabies dengan melibatkan media massa maupun media sosial lainnya pun mutlak dilakukan.

 

Jika semua pihak yang berkepentingan terlibat secara kompak ,didukung komitmen yang kokoh niscaya akan menjadi kekuatan yang menentukan efektivitas dan keberhasilan dalam mengendalikan dan memberantas rabies dari wilayah Indonesia.

7486Like