Baca Dulu Agar Tak Perlu Galau Lagi Mau Pilih Rumah atau Apartemen
Makin banyak dan beragam pilihan hunian yang bisa anda dapatkan. Kini masyarakat memiliki banyak pilihan hunian yang sesuai dengan dana yang dimiliki dan lokasi yang diinginkan.
Meski demikian, banyaknya ragam pilihan hunian yang semakin variatif ini, ada banyak orang yang masih kebingungan untuk menentukan hunian yang tepat.
BACA JUGA : Rumah Dari Kontainer, Kenapa Tidak?
Recently Listed Properties
Seperti misalnya memilih rumah tapak dan apartemen. Kedua tipe hunian tersebut, memiliki keuntungan masing-masing dan juga kelemahan yang harus anda perhatikan. Misalnya hak dan kewajiban yang berkaitan dengan apartemen dan rumah konvensional itu memiliki perbedaan.
Ada pula perbedaan antara rumah tapak dan rumah vertikal yang akan menambah atau mengurangi daya tarik masing-masing tipe hunian tersebut. Seperti apa perbedaannya? Berikut ulasan selengkapnya.
Status tanah
Pada rumah tapak, status tanah yang berlaku adalah milik pribadi dan bisa diperjualbelikan. Apartemen meski dapat diperjualbelikan juga, namun hak atas tanahnya atas satuan rumah susun. Pada umumnya status apartemen ini merupakan HGB yang memiliki jangka waktu tertentu seperti misalnya 30 hingga 50 tahun.
Status dari kepemilikan bangunan
Kalau kepemilkan bangunan, apartemen maupun rumah sama-sama memiliki bangunan. (Ya iya lah, kan untuk tempat tinggal). Namun karena rumah susun atau apartemen berdiri di atas tanah yang dimiliki bersama-sama. Sedangkan rumah tapak berdiri di atas tanah sendiri.
BACA JUGA : Popularitas Tegel yang Kembali Naik
Our Agents
Biaya untuk perawatannya
Di segi biaya, rumah tapak bisa lebih hemat. Pasalnya, penghuninya tidak harus mengeluarkan banyak biaya, seperti biaya keamanan, kebersihan, dan lain sebagainya. Selain itu, biaya listrik dan air bisa lebih murah karena masuk kategori rumah standar. Meski begitu, rumah tapak juga perlu biaya perawatan lainnya tiap tahun, seperti pengecatan eksterior, atap bocor, dan masalah lainnya.
Bagi yang tinggal di apartemen, penghuninya harus mengeluarkan biaya ekstra. Adanya tambahan-tambahan biaya itu, misalnya service charge, sinking fund, dan biaya listrik serta air bisa jauh lebih mahal.
Biaya-biaya perawatan dari apartemen itu tentunya bisa ditanggung bersama oleh penghuni unitnya. Adanya kerusakan yang biasa ditemui di rumah tapak seperti genteng bocor dan arus pendek tentu tidak akan ditemui di apartemen. Kebakaran yang diakibatkan arus pendek pun juga jarang terjadi karena kabel ditanam di dalam pipa.
BACA JUGA : Efisien Dapur Yang SempitInilah 5 Elevator yang di Luar Nalar Manusia
Proses renovasi bangunan
Penghuni rumah tapak bisa bebas jika ingin melakukan renovasi fisik. Para pemilik rumah tapak juga bebas untuk melakukan dekorasi serta aktivitas-aktivitas hobi lainnya yang perlu dilakukan.
Bila anda tinggal di apartemen, maka tidak bisa bebas melakukan renovasi. Bahkan beberapa pengelola juga ada yang memberikan tambahan biaya ketika penghuninya akan merenovasi unitnya.
Pilihan investasi
Dengan meningkatnya harga jual rumah, tentunya kepemilikannya ini cocok untuk investasi jangka panjang. Hal ini dikarenakan harga tanah dan rumah setia tahunnya selalu mengalami kenaikan sesuai dengan inflasi yang terjadi.
Ikuti perkembangan terbaru Info Terupdate seputar Properti hanya di reginarealty.co.id
Klik di sini