Home    Tak Perlu Khawatir! Ini Caranya Siasati Angsuran KPR yang Naik

Tak Perlu Khawatir! Ini Caranya Siasati Angsuran KPR yang Naik

Meski Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan atau B1 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 50 bps menjadi 4,25 persen, dengan demikian suku bunga deposit facility naik 50 bps menjadi 3,50 persen dan lending facility naik 50 bps menjadi 5 persen. Namun optimisme KPR tetap akan tumbuh.

Hal ini disampaikan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melalui Senior Vice President (SVP) Non-Subsidized Mortgage and Personal Lending Division (NSLD) Iriska Dewayani kepada Kompas.com, Jum’at (23/9/2022).

Our Agents

Menurut Iriska, ia melihat developer tidak surut dalam penjualannya. Meski demikian, pihaknya akan memantau dalam 3 bulan ke depan apakah akan mengalami kenaikan atau penurunan dari hasil penjualan atau realisasi KPR.

Kenaikan suku bunga acuan BI menurutnya akan berdampak pada kenaikan suku bungan KPR BTN terutama non subsidi.
Untuk kita yang sudah membeli rumah dengan menggunakan fasilitas KPR, tentu saja kenaikan suku bunga akan berdampak pada angsuran KPR kita. Khususnya yang masa fix rate sudah selesai. Maka kita perlu perhatikan beberapa hal berikut ini :

Recently Listed Properties

1. Rasio cicilan versus penghasilan
Kita perlu cek rasio penghasilan kita dengan angsuran KPR yang kelak akan meningkat. Kita batasi angsuran KPR maksimal adalah 30% dari total pendapatan kita. Menurut beberapa pakar, ini adalah rasio sehat. Jika beban KPR masih kurang dari 30% dari total pendapatan maka kita tidak perlu mengkhawatirkan. Kita cukup menekan pengeluaran lainnya. Namun kita perlu waspada jika beban angsuran KPR melebihi dari 30% total pendapatan.

2. Kurangi pengeluaran, tambah penghasilan
Ketika total pengeluaran kita bertambah, maka kita harus ukur pengeluaran mana saja yang masih bisa kita hemat demi angsuran KPR dapat terpenuhi. Jika tidak ada lagi yang bisa kita hemat, maka kita harus usaha dari sisi lain untuk menambah penghasilan. Misalnya berinvestasi di emas atau saham daripada tabungan kita tergerus inflasi atau habis untuk menutupi biaya yang semakin tinggi.

Jadi kita tidak perlu terlalu khawatir dengan suku bunga naik selama kita mampu mensiasati pengeluaran dan meningkatkan pendapatan. Lagi pula rumah adalah kebutuhan pokok kita, harus kita segerakan. Di sisi lain, naiknya suku bunga kredit sebenarnya relatif kecil, karena yang kita bayarkan adalah angsuran per bulan.

Referensi :
1. https://www.kompas.com/properti/read/2022/09/23/200000421/suku-bunga-acuan-bi-naik-jadi-4-25-persen-btn-optimistis-tak-ganggu-kpr?page=2
2. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20220923132220-83-851731/4-tips-siasati-cicilan-kpr-di-tengah-kenaikan-suku-bunga-bi/2

Article

 

Temukan Hot Buyers Anda bersama kami di : >>https://t.co/UzgoSitdSx?amp=1<<

Ikuti perkembangan terbaru Info Terupdate seputar Properti hanya di reginarealty.co.id

Klik di sini

32539Like