Hari Kartini Untuk Perempuan Indonesia
source : https://youtu.be/Tpx_IErC2Jo
Kartini tak hanya sebatas kebaya dan seremoni. Kartini adalah hak perempuan, perjuangan kesetaraan gender, dan nasionalisme Indonesia di akhir abad ke-19. Kartini, seorang ningrat Jawa yang mendobrak kungkungan adat melalui pikiran-pikirannya. Kartini adalah pemikir feminisme awal di Indonesia. Dia perempuan yang gagasan-gagasannya mencerahkan dan mengilhami kalangan yang lebih luas.
BACA JUGA : Pesta demokrasi besar Rakyat Indonesia 2019
Recently Listed Properties
Kartini banyak berkorespondensi dengan tokoh feminis dan pendukung politik Etis Belanda. Tujuannya, menarik Belanda untuk memperhatikan nasib perempuan Jawa. Dari surat-suratnyalah orang bisa membangun gambaran mengenai Kartini lebih dari sekedar profilnya.
Kartini bergelar raden ajeng. Tapi dia tak peduli. Dengan meminta dipanggil Kartini saja, ia ingin menunjukkan bahwa semua orang sama, tidak dibedakan oleh pangkat, jabatan atau gelar bangsawan. Permintaan itu sesungguhnya merupakan pernyataan sikap, deklarasi pendiriannya yang menolak hal-hal yang sudah usang dan membelenggu dalam masyarakat kala itu. Ia yakin pemberian pendidikan yang lebih merata merupakan kunci kemajuan. Dengan watak seperti itu, tak aneh jika Kartini memberontak terhadap berbagai hal yang dia nilai tak memperlakukan manusia secara setara.
BACA JUGA : Begini Tata Caranya Agar Bisa Bebas BPHTB di Jakarta
Our Agents
Selain itu, pentingnya pendidikan dan ilmu pengetahuan yang sangat ditekankan Kartini untuk memajukan kaum perempuan. Dengan pendidikan, seorang perempuan tak perlu dipingit. Pendidikan melalui sekolah dan cara-cara lain akan melengkapinya dengan keahlian yang bisa menopang hidupnya sendiri, juga menentukan jalan hidupnya dalam urusan perkawinan.
Skala pencapaian Kartini sebagai aktivis sosial memang tak kuat meski tak juga bisa diabaikan. Ia membangun sekolah perempuan meski tak besar. Ia bukan Ki Hajar Dewantara yang membangun Taman Siswa. Ia tak berorasi. Ia bukan pemikir massa, tetapi Kartini juga tak menggerakkan orang. Kartini menyuarakan perubahan. Ia membawa perjuangan perempuan pada fase yang baru, tidak sekedar menuntut pengakuan tapi juga mengklaim keberadaanya dalam kehidupan bangsa Indonesia.
Door Duistermis tox Licht, Habis Gelap Terbitlah Terang, itulah judul buku dari kumpulan surat-surat Raden Ajeng Kartini yang terkenal. Surat-surat yang dituliskan kepada sahabat-sahabatnya di negeri Belanda itu kemudian menjadi bukti betapa besarnya keinginan dari seorang Kartini untuk melepaskan kaumnya dari diskriminasi yang sudah membudaya pada zamannya.
Kartini adalah salah satu contoh dari keteguhan menggapai impian itu. Dan sejumlah sosok perempuan memiliki keteguhan yang sama, yang di setiap bidang yang digelutinya terus berjuang mewujudkannya.
Referensi Sumber
Temukan Hot Buyers Anda bersama kami di : >>https://t.co/UzgoSitdSx?amp=1<<
Ikuti perkembangan terbaru Info Terupdate seputar Properti hanya di reginarealty.co.id
Klik di sini