Home    Rent To Own: Wacana Baru Solusi Memiliki Rumah Dengan Mudah

Rent To Own: Wacana Baru Solusi Memiliki Rumah Dengan Mudah

Real Estate Indonesia (REI) menyusun formula untuk skema pembiayaan perumahan untuk membantu mengatasi masalah kekurangan perumahan akibat inflasi dan kenaikan harga rumah saat ini. Menurut Paulus Totok Lusida, Ketua Umum REI, pihaknya telah mengusulkan skema rent to own atau sewa rumah untuk memiliki untuk mengatasi masalah backlog perumahan saat ini. REI telah mencapai kesepatan dengan perbankan serta PUPR untuk membuat formula rent to own atau menyewa untuk memiliki.

Our Agents

Totok menjelaskan bahwa skema rent to own adalah salah satu alternatif untuk membeli rumah dengan cara memanfaatkan tipe kontrak menyewa properti selama periode waktu tertentu. Dalam skema ini, pembeli akan membayar sejumlah uang sewa rumah dan sekaligus mencicil kredit rumah. Setelah periode waktu yang ditentukan, pembeli akan memiliki hak atas properti tersebut secara resmi.

Skema rent to own bisa diterapkan pada rumah yang dikelola oleh perorangan maupun perusahaan. Dalam formula tersebut, penjual rumah dan pembeli akan mencapai kesepakatan bahwa sebagian dari uang sewa bulanan akan dialokasikan sebagai ekuitas milik pembeli. Jika pembeli memutuskan untuk membeli rumah tersebut pada akhir kontrak, maka ekuitas yang dibayarkan selama masa sewa akan digunakan sebagai bagian dari harga rumah tersebut.

Skema rent to own ini pada dasarnya merupakan kesepakatan antara pemilik properti dan penyewa atau calon pemilik rumah yang akan dimiliki, melalui proses negosiasi. Contohnya, ada seorang manajer yang ingin membeli rumah dengan harga Rp1 miliar. Kemampuan angsurannya hanya sebesar Rp9 juta per bulan, sementara gaji bulanannya hanya sebesar Rp15 juta. Oleh karena itu, dia tidak mampu membeli rumah secara perbankan. Perjanjian Rent to Own akan memberikan solusi bagi masalah ini. Harga rumah akan ditentukan melalui kesepakatan antara pemilik properti dan penyewa.

Harga bisa berdasarkan nilai properti saat ini atau prediksi harga. Ada juga kasus di mana harga sudah ditetapkan pada saat penandatanganan kontrak. Namun, ada juga kemungkinan harga akan ditentukan setelah masa sewa berakhir. Setelah 10 tahun sewa, misalnya, penyewa dapat membayar kembali sebagai kredit selama 15 tahun untuk memiliki rumah tersebut. Dengan cara ini, penyewa dapat memiliki kemampuan untuk membeli rumah.

Recently Listed Properties

Menurut Totok, salah satu hal penting yang perlu dipertimbangkan ketika memutuskan untuk membeli rumah melalui sistem Rent to Own adalah prospek kenaikan gaji di masa depan. Totok meyakini bahwa angka kenaikan gaji yang diharapkan akan lebih besar daripada angka yang dibutuhkan untuk membayar sewa selama 10 tahun pertama. Oleh karena itu, Totok percaya bahwa setelah masa sewa berakhir, masyarakat akan memiliki kemampuan yang lebih baik untuk memiliki rumah tersebut.

Totok juga menjelaskan bahwa pada tahun-tahun awal sewa, perusahaan tempat pegawai bekerja akan membantu mengatasi biaya sewa dan angsuran kepemilikan rumah. Contohnya, perusahaan akan membantu membayar angsuran sebesar Rp5 juta, sehingga pegawai akan lebih terlindungi dan tidak merasa terbebani.

Sebelumya telah dikabarkan bahwa Bank BTN meluncurkan program KPR BTN Rent to Own untuk membantu generasi millenial dan generasi Z memiliki rumah. Program ini memberikan pilihan untuk memiliki rumah melalui kredit setelah masa sewa. Namun, Direktur Rumah Umum dan Komersial Kementerian PUPR menyatakan bahwa skema KPR Rent to Own saat ini masih sebatas wacana dan belum memiliki payung hukum dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan.

Referensi :

  1. https://investasi.kontan.co.id/news/rent-to-own-solusi-mudah-milenial-punya-rumah
  2. https://www.viva.co.id/berita/bisnis/1566976-skema-kpr-rent-to-own-masih-wacana-pupr-aturannya-belum-ada?page=all

 

 

Temukan Hot Buyers Anda bersama kami di : >>https://t.co/UzgoSitdSx?amp=1<<

Ikuti perkembangan terbaru Info Terupdate seputar Properti hanya di reginarealty.co.id

Klik di sini

32869Like