Pray For Banten
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, memastikan bahwa telah terjadi tsunami yang menghantam wilayah pesisir Kabupaten Pandeglang, Banten dengan ketinggian rata-rata satu hingga dua meter pada Sabtu (22/12) malam. Gelombang tersebut tak hanya menerjang permukiman serta penginapan saja, fasilitas wisata di kawasan Pantai Anyer pun tak luput dari sapuan gelombang yang datang ke daratan.
Berdasarkan catatan dari BMKG, ketinggian gelombang di wilayah Serang mencapai 0,9 meter, Banten 0,35 meter, Pelabuhan panjang hingga 0.28 meter, dan Kota Agung Lampung gelombangnya sampai ketinggia 0.36 meter.
Dwikorita mengungkapkan tsunami yang timbul di pesisir Banten bukan dipicu oleh aktivitas seismik tektonik. Pasalnya, kata Dwikorita, alat seismograf tak mencatat adanya gempa karena bergesernya lempengan bumi.
Hanya, kejadian tersebut nampaknya terdampak dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sebab, sebelumnya terdengar beberapa kali bunyi dentuman seperti erupsi yang terjadi dalam aktivitas gunung yang berada di Selat Sunda tersebut.
“Tak ada gejala seismisitas tektonik yang memicu tsunami, sehingga setelah tadi berkoordinasi dengan Badan Geologi, diduga hal ini terjadi akibat erupsi, baik kemungkinan bisa langsung atau tak langsung, memicu terjadinya tsunami,” kata Dwikorita Minggu (23/12), dilansir dari Antara.