Home    Perhatikan! Ini yang Wajib Dihitung Dalam Investasi di Properti

Perhatikan! Ini yang Wajib Dihitung Dalam Investasi di Properti

Investasi properti memiliki berbagai keuntungan. Kita dapat menghasilkan pendapatan pasif melalui penyewaan properti, sambil juga berpotensi mendapatkan keuntungan dari peningkatan nilai properti seiring waktu. Properti juga memberikan perlindungan terhadap inflasi dan membantu dalam diversifikasi portofolio investasi. Sebagai pemilik properti, kita memiliki kendali penuh atas aset tersebut dan dapat memanfaatkannya untuk keperluan pribadi atau bisnis. Ada juga manfaat pajak yang terkait dengan investasi properti. Dengan berbagai potensi keuntungan ini, investasi properti menjadi pilihan menarik bagi banyak orang.

Tapi tahukah kita apa saja yang perlu dihitung dalam investasi properti?

Our Agents

Harga Perolehan Properti

Harga perolehan sebuah properti mengacu pada jumlah uang atau nilai yang dibayarkan atau dihabiskan untuk memperoleh atau membeli properti tersebut. Ini termasuk semua biaya yang terkait dengan pembelian atau akuisisi properti.

Harga perolehan properti mencakup beberapa komponen antara lain adalah Harga Pembelian, Biaya Transaksi, Biaya Pembiayaan, Biaya Penelitian dan Diligence, Biaya Renovasi dan Perbaikan, serta biaya lainnya yang harus dibayarkan terkait dengan transaksi properti tersebut.

Modal Investasi

Modal investasi properti mengacu pada jumlah modal atau investasi yang diperlukan untuk membeli atau mengembangkan properti sebagai suatu investasi. Ini sangat mirip dengan Harga Perolehan Properti. Namun karena properti bisa diperoleh dengan pembiayaan bank atau cara pembayaran yang lunak, maka nilai investasi properti lebih mengacu kepada uang yang dikeluarkan.

Sebagai contoh, harga perolehan properti senilai 2 milyar, namun karena kita membelinya dengan pembiayaan bank, maka kita hanya mengeluarkan uang 20% dari harga properti. Kemudian ditambahkan pengeluaran lainnya yang terkait dengan transaksi tersebut. Misal pada akhirnya untuk mengakuisi properti senilai 2 milyar, kita hanya mengeluarkan uang sebesar 500 juta.

Recently Listed Properties

Proyeksi Pendapatan Bersih

Proyeksi pendapatan bersih properti adalah perkiraan atau estimasi pendapatan bersih yang diharapkan akan diperoleh dari suatu properti selama periode waktu tertentu. Proyeksi ini biasanya digunakan dalam analisis investasi properti untuk memperkirakan potensi keuntungan yang dapat dihasilkan oleh properti tersebut.

Proyeksi pendapatan bersih properti melibatkan perhitungan pendapatan dan pengeluaran yang terkait dengan propert seperti biaya operasional, biaya pajak dan biaya bunga serta depresiasi.

Capitalization Rate

Capitalization Rate (Cap Rate) dalam properti adalah persentase yang digunakan untuk menghitung nilai properti berdasarkan pendapatan bersih yang dihasilkan oleh properti tersebut. Cap Rate digunakan sebagai metode penilaian yang umum digunakan dalam industri properti komersial untuk menentukan nilai pasar properti penghasilan.

Rumus dasar untuk menghitung Capitalization Rate adalah:

Cap Rate = Pendapatan Bersih / Nilai Properti

“Nilai Properti” adalah nilai pasar properti berdasarkan perkiraan Cap Rate. Jika pada tahun pertama, kita bisa menggunakan Harga Perolehan Properti.

Cap Rate memberikan persentase pengembalian yang diharapkan dari properti berdasarkan pendapatan bersih yang dihasilkan. Semakin tinggi Cap Rate, semakin tinggi tingkat pengembalian yang diharapkan, dan sebaliknya.

Return On Investment

ROI (Return on Investment) pada properti adalah rasio atau persentase yang mengukur seberapa besar keuntungan yang dihasilkan dari investasi properti dibandingkan dengan jumlah modal yang diinvestasikan. ROI digunakan untuk mengevaluasi efisiensi atau keberhasilan investasi properti dalam menghasilkan keuntungan relatif terhadap jumlah investasi yang dilakukan.

Rumus dasar untuk menghitung ROI pada properti adalah sebagai berikut:

ROI = ((Keuntungan Bersih – Modal Investasi) / Modal Investasi) x 100%

Hasil ROI yang positif menunjukkan bahwa investasi properti menghasilkan keuntungan, sedangkan ROI negatif menunjukkan kerugian. Semakin tinggi persentase ROI, semakin besar keuntungan relatif yang dihasilkan oleh investasi properti terhadap modal yang diinvestasikan.

Payback Period

Payback period pada properti mengacu pada periode waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan kembali modal investasi awal yang dihabiskan untuk membeli atau mengembangkan properti, melalui arus kas bersih yang dihasilkan dari properti tersebut.

Untuk menghitung payback period properti, langkah-langkah berikut dapat diikuti:

  1. Tentukan Modal Investasi
  2. Hitung Arus Kas Bersih Tahunan: Perkirakan arus kas bersih yang dihasilkan dari properti setiap tahun, yaitu selisih antara pendapatan bersih dan pengeluaran operasional tahunan, termasuk biaya pemeliharaan dan biaya lainnya.
  3. Bagi Modal Awal dengan Arus Kas Bersih Tahunan: Bagi jumlah modal awal dengan arus kas bersih tahunan untuk mendapatkan periode waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan kembali modal investasi. Misalnya, jika modal awal adalah 500 juta dan arus kas bersih tahunan adalah 50 juta, maka payback periodnya adalah 5 tahun (500 juta / 50 juta = 5).

Payback period memberikan gambaran tentang seberapa cepat investor dapat mendapatkan kembali modal investasi mereka melalui arus kas bersih yang dihasilkan oleh properti. Semakin pendek payback period, semakin cepat modal investasi dapat pulih.

 

Article

 

Temukan Hot Buyers Anda bersama kami di : >>https://t.co/UzgoSitdSx?amp=1<<

Ikuti perkembangan terbaru Info Terupdate seputar Properti hanya di reginarealty.co.id

Klik di sini

 

33163Like