Home    Mau Bangun Rumah Yang Aman Dari Gempa? Ini Panduannya

Mau Bangun Rumah Yang Aman Dari Gempa? Ini Panduannya

 

Gempa yang terjadi beberapa waktu lalu di Jogja, Padang, Lombok dan Palu serta daerah lainnya telah membuat banyak kerusakan. Salah satunya dikarenakan faktor bangunan yang kurang memenuhi standar tingkat aman bila terjadi gempa bumi. Maka perlu disosialisasikan tentang bagaimana membangun rumah yang tahan gempa. Meski demikian, pada level tertentu kekuatan gempa, kerusakan adalah hal yang tak bisa kita hindari.

 

BACA JUGA Duh, Tembok Mudah Mengelupas. Gimana Nih?

Recently Listed Properties

 

Pemerintah melalui Direktorat Jendreral Karya Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum bersama dengan Japan International Cooperation Agency (JIKA) menerbitkan buku panduan membangun rumah tahan gempa yang berjudul “Persyaratan Pokok Rumah Yang Lebih Aman”. Panduan ini telah digunakan di Yogyakarta, Padang, Bengkulu ketika rekontruksi paska gempa.

Berikut ini panduan membangun rumah tahan gempa berdasar buku panduan “Persyarata Pokok Rumah Yang Lebih Aman”

Bahan Bangunan 

  1. Campuran beton : 1 ember semen, 2 ember pasir, 3 ember kerikil, dan setengah ember air. Ukuran kerikil juga harus diperhatikan. Kerikil yang baik memiliki ukuran maksimum 2 milimeter, dengan gradasi yang baik. Gunakan semen tipe 1. Penambahan air juga dilakukan sedikit demi sedikit, serta disesuaikan agar beton dalam keadaan pulen (tidak encer dan tidak terlalu kental).
  2. Mortar : 1 ember semen, 4 ember pasir, dan air secukupnya
  3. Fondasi: terbuat dari batu kerikil atau batu kali yang keras.
  4. Kayu yang digunakan harus berkualitas baik, keras, berwarna gelap, tidak ada keretakan, dan lurus.

 

BACA JUGA : Perabotan Kulit Dirawat Sulit? Itu Cuma Mitos!

Our Agents

 

Struktur Utama 

  1. Ukuran minimum fondasi: Jika keadaan tanah cukup keras, fondasi batu dapat dibuat dengan ukuran: Lebar atas: minimal 30 sentimeter Lebar bawah: minimal 60 sentimeter Ketinggian: minimal 60 sentimeter
  2. Balok pengikat/slof Ukuran balok: 15 x 20 sentimeter Tulangan utama: 10 milimeter Tulangan begel: 8 milimeter Jarak tulangan begel: 15 sentimeter Tebal selimut beton: 15 sentimeter
  3. Spesifikasi Kolom Ukuran kolom: 15 x 15 sentimeter Tulangan utama baja: 10 milimeter Tulangan begel baja: 8 milimeter Jarak antar begel: 15 sentimeter Tebal selimut beton dari sisi terluar: 15 milimeter.
  4. Balok Pengikat/Ring Konstruksi balok pengikat/ring

Struktur Atap 

  1. Bingkai ampig: terbuat dari struktur beton bertulang, dengan ukuran 15 x 12 sentimeter.
  2. Ampig terbuat dari susunan bata dengan komposisi adukan 1 semen : 4 pasir, dan diplester.
  3. Pada bagian gunung gunung atau ampig terbuat dari pasangan bata yang diplester. Tulangan utama: 10 milimeter Begel: 8 milimeter Tebal selimut beton 1 sentimeter
  4. Bahan ringan seperti papan dan GRC (Glassfiber Reinforced Cement) dianjurkan untuk meminimalisir dampak jika ampig roboh.

Dinding

  1. Diameter angkur: 10 milimeter, dipasang dengan panjang 40 sentimeter setiap 6 lapis bata.
  2. Dinding dilester dengan perbandingan campuran 1 semen : 4 pasir dengan tebal 2 sentimeter.
  3. Luas area tembok maksimum 9 meter persegi.
  4. Jarak antar kolom maksimum 3 meter.

 

BACA JUGA : 5 Gedung Dari Kayu Paling Tinggi di Dunia

Pengecoran

  1. Pengecoran Beton Pengecoran kolam dilakukan tiap 1 meter. Pastiken bekisting atau cetakan benar-benar kuat dan rapat. Bekisting dapat dilepas setelah 3 hari. Saat pengecoran, beton dimampatkan dengan tulangan atau bambu agar tidak ada celah
  2. Pengecoran Balok Tulangan dirangkai di atas dinding Bekisting pada balok gantung harus diberi penyangga agar kokoh Bekisting pada balok yang menempel di dinding dapat dilepas setelah 3 hari. Sedangkan pada balok gantung baru bisa dilepas setelah 14 hari.

 

Ikuti perkembangan terbaru Info Terupdate seputar Properti hanya di reginarealty.co.id

Klik di sini

 

Article

23790Like

Related Articles