Insentif Pajak Sektor Properti Dorong Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,05 Persen
Perekonomian Indonesia terus menunjukkan ketahanan di tengah tantangan global. Pada kuartal II-2024, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,05 persen, didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga dan dukungan kebijakan insentif pajak dari pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pertumbuhan ini membuktikan ketahanan Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Article
Poin-Poin Penting:
- Pertumbuhan Ekonomi yang Solid:
- Perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,05 persen pada kuartal II-2024.
- Pertumbuhan ini juga didorong oleh peningkatan konsumsi, dengan konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,93 persen dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,43 persen.
- Kebijakan Insentif Pajak:
- Pemerintah mengimplementasikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk sektor properti dan kendaraan bermotor listrik.
- Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2024 untuk properti dan PMK Nomor 9 Tahun 2024 untuk impor mobil listrik.
- Dukungan Kebijakan Lainnya:
- Selain insentif pajak, pemerintah juga melaksanakan operasi pasar murah, penyaluran beras medium, serta pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan target penyelesaian 41 proyek pada 2024.
- Kontribusi Sektor-Sektor Utama:
- Industri pengolahan memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), tumbuh sebesar 3,95 persen.
- Sektor akomodasi makanan dan minuman mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 10,17 persen, didorong oleh berbagai event berskala nasional dan internasional.
- Sektor transportasi dan perdagangan juga tumbuh signifikan sebesar 9,56 persen, didorong oleh peningkatan mobilitas, pengiriman barang ekspor-impor, dan kunjungan wisatawan.
- Kontribusi Regional Terhadap PDB:
- Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB nasional sebesar 57,04 persen.
- Wilayah Maluku Papua, Bali dan Nusa Tenggara, serta Sulawesi juga menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan, didorong oleh sektor pertambangan, penggalian, pertanian, perikanan, kehutanan, dan industri pengolahan.
- Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi:
- Lembaga internasional seperti World Bank dan International Monetary Fund (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,1 hingga 5,2 persen pada akhir 2024, lebih tinggi dibandingkan beberapa negara lain.
Kebijakan pemerintah, terutama insentif pajak, berperan penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah berbagai tantangan global.
Recently Listed Properties
Dampak Pada Sektor Properti Kedepannya
Pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan pada sektor properti, terutama dalam hal peningkatan penjualan dan harga. Saat ekonomi tumbuh, kebutuhan akan hunian yang lebih baik meningkat, mendorong permintaan rumah dan apartemen serta keberanian perusahaan properti untuk mengembangkan proyek baru. Selain itu, kenaikan pendapatan masyarakat dan inflasi biaya bahan bangunan turut mendorong harga properti naik.
Pola konsumsi juga berubah, dengan preferensi terhadap lokasi strategis dan properti modern yang memiliki fasilitas lengkap. Pasar properti berkembang pesat dengan lebih banyak transaksi, perusahaan, serta investasi dalam teknologi untuk meningkatkan efisiensi. Kebijakan pemerintah, seperti subsidi dan insentif, juga memainkan peran penting dalam mempromosikan pembangunan properti. Namun, sektor ini juga bergantung pada sektor konstruksi dan finansial, yang perlu mendukung kebutuhan pembangunan dan pembiayaan properti untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Our Agents
Temukan Hot Buyers Anda bersama kami di : >>https://t.co/UzgoSitdSx?amp=1<<
Sumber:
https://www.pajak.com/pajak/pertumbuhan-ekonomi-capai-505-persen-insentif-pajak-sektor-properti-dan-kendaraan-listrik-jadi-pendorong/
37505Like