Home    Human Composting, Cara Baru Pemakaman yang Ramah Lingkungan

Human Composting, Cara Baru Pemakaman yang Ramah Lingkungan

Saat ini tempat pemakaman modern semakin mendapatkan perhatian seiring dengan maraknya perkembangan sektor properti. Pemakaman modern ini menawarkan fasilitas umum seperti jalan yang lebar, tempat beribadah, taman-taman indah, dan sarana mewah lainnya layaknya kompleks perumahan elit.

Kini, masyarakat pun mulai disuguhkan dengan konsep human composting, sebuah konsep yang menawarkan alternatif pemakaman yang eco friendly atau ramah lingkungan dan mirip hotel kapsul.

Article

Kematian adalah suatu hal yang pasti akan dialami oleh setiap manusia. Saat ini, pertumbuhan penduduk disertai dengan meningkatnya tingkat kematian, namun lahan yang tersedia tetap terbatas. Sebagian besar keluarga memilih penguburan atau kremasi untuk anggota keluarga yang telah meninggal. Penguburan membutuhkan lahan yang luas, sementara proses kremasi menghasilkan karbon monoksida yang mencemari lingkungan.

Ada alternatif lain yang ramah lingkungan, meskipun saat ini hanya legal di beberapa negara. Alternatif ini disebut human composting yaitu proses mengubah tubuh manusia menjadi kompos yang dapat digunakan untuk pelestarian lingkungan. Konsep ini berfokus pada “memberikan kehidupan setelah kematian”.

Recompose adalah perusahaan yang bergerak di bidang human composting Dalam wawancaranya dengan YouTuber Ask a Mortician, Katrina Spade, pendiri Recompose, menjelaskan beberapa hal mengenai human composting. Berikut adalah lima hal yang sering ditanyakan mengenai human composting:

1. Awal Mula Terinspirasi dengan Human Composting

Katrina Spade, pendiri dan CEO Recompose, mendapatkan inspirasi untuk human composting saat menjalani pendidikan gelar masternya pada tahun 2011. Ia ingin memberikan kehidupan setelah kematian, yang kemudian dijadikan tema tesisnya yang berjudul “Bagaimana Kita Mengatasi Tubuh Orang Meninggal di Perkotaan dengan Tingkat Populasi Tinggi?” Tesis ini menjadi dasar berdirinya Recompose. Ia terinspirasi oleh peternak yang mengompos mayat hewan ternak. Pada tahun 2014-2015, ia memulai percobaannya dengan mayat yang didonasikan oleh forensik, dan pada tahun 2017, ia mendirikan Recompose.

2. Apakah Human Composting Ini Legal?

Pada tahun 2019, Washington DC menyatakan human composting sebagai tindakan yang legal. Menyusul kemudian, Colorado pada tahun 2021, serta Oregon, Vermont, dan California juga mengesahkan human composting. Meskipun awalnya berat, keputusan ini dinilai tepat karena memberikan banyak keuntungan bagi lingkungan, keluarga yang ditinggalkan, dan dari segi biaya. Recompose menawarkan layanan ini dengan biaya sebesar 7.000 dolar, termasuk berbagai fasilitas seperti pemakaman konvensional.

Recently Listed Properties

3. Tampilan Fasilitas Human Composting di Recompose

Fasilitas human composting di Recompose tidak terlihat menyeramkan, malah terlihat seperti hotel kapsul. Desainnya menggabungkan unsur alam dan modern. Tubuh ditempatkan di ruangan yang menyerupai hotel kapsul selama 30 hari, ditutupi dengan serasah dan mikroba pengurai. Setelahnya, tubuh akan berubah menjadi tanah yang dapat didonasikan atau dikembalikan kepada keluarga, serupa dengan abu kremasi.

4. Proses Pemakaman Human Composting

Prosesi pemakaman dilakukan dengan cara yang mirip dengan pemakaman konvensional. Keluarga dapat mengucapkan perpisahan terakhir, tubuh kemudian ditutupi dengan dedaunan dan serasah kering, sambil diputarkan lagu-lagu menenangkan. Tubuh lalu dimasukkan ke dalam tempat yang menyerupai hotel kapsul, di mana mikroba akan menguraikan tubuh menjadi kompos dalam waktu sekitar 30 hari. Kompos yang dihasilkan dapat dikembalikan kepada keluarga atau didonasikan untuk konservasi lahan.

5. Kelebihan Pemakaman dengan Human Composting

Berdasarkan informasi dari situs resmi Recompose, human composting memiliki beberapa kelebihan. Pertama, mengurangi jejak karbon hingga 87% dibandingkan dengan pemakaman konvensional atau kremasi. Kedua, membantu menyelamatkan iklim dengan menambahkan nutrisi ke tanah yang terdegradasi. Ketiga, mengurangi aktivitas perusakan lingkungan akibat proses pemakaman tradisional yang memerlukan lahan luas dan dapat mencemari udara.

Meskipun istilah ini masih asing, tidak menutup kemungkinan bahwa Indonesia akan menerapkan teknik ini di masa depan. Nah, bagaimana mengenai konsep human composting ini? Apakah ini bisa menjadi peluang investasi properti yang mendukung konsep ramah lingkungan?

Our Agents

Temukan Hot Buyers Anda bersama kami di : >>https://t.co/UzgoSitdSx?amp=1<<

Referensi:  https://yoursay.suara.com/ulasan/2023/02/02/204721/5-fakta-human-composting-konsep-pemakaman-yang-ubah-tubuh-jadi-kompos

36906Like