Harapan Pembangunan Properti Menjadi Obat Ekonomi
Dampak ekonomi dari wabah pandemi corona sudah tampak sejak corona merajalela ke banyak negara. Khususnya di Indonesi per tanggal 26 Maret 2020 telah lebih dari 800 orang yang terjangkiti. Sejak diumumkan adanya virus corona masuk ke Indonesia, bursa langsung ambyar, dollar langsung mendekati 15 ribu bahkan tembus 16 ribu rupiah per dollar. Emas sempat goyah turun sedikit, tapi naik lagi tembus 900 ribu per gram.
Lalu Pemerintah menghimbau adanya social distancing dan work from home untuk mencegah penyebaran corona lebih luas. Social distancing dan work from home ini menjadi pilihan dibanding dengan lockdown, namun dengan work from home ini berarti perkantoran akan sepi, jalanan akan sepi, tempat-tempat nongkrong menjadi sepi, ojol dan taksi online jadi sepi. Kota-kota menjadi lengang dari lalu lalang. Padahal sepi berarti tidak ada transaksi. Berarti ekonomi riil yang beredar di masyarakat menjadi slow down.
Baca Lengkap : Dampak Virus Corona Terhadap Properti
Recently Listed Properties
Pemerintah merevisi target pertumbuhan ekonomi menjadi berkisar 4%. Namun pengamat ekonomi ada yang memprediksi hanya berkisar 3% bahkan mungkin di bawahnya. Ibu Menteri Sri Mulyani sempat menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia bisa saja 0% jika dampak virus corona ini tidak tertangani dengan baik.
Paket kebijakan ekonomi juga sudah digelontorkan untuk mempertahankan daya beli masyarakat. Mulai dari relaksasi kredit, refocusing anggaran belanja pemerintah untuk penanganan corona, bantuan tunai dengan kartu sembako dan kartu prakerja. Khususnya properti diberikan subsidi bunga kredit rumah bersubsidi dan subsidi uang muka bagi yang akan membeli rumah bersubsidi.
Melihat perkembangan industri properti sejak 2015 yang mengalami penurunan penjualan dari tahun ke tahun serta pertumbuhan harga yang terus melambat sejak 2015, sepertinya industri properti perlu mendapat porsi stimulus lebih banyak. Industri properti yang merupakan sektor riil, padat modal dan padat karya ini bak ibu bagi lebih dari 100 industri lainnya.
Baca Lengkap : Virus Corona Hentikan Kegiatan Bisnis Dunia
Our Agents
Anda bisa bayangkan dalam 1 unit rumah, ada berapa banyak orang yang bisa mendapatkan “makan” dan tumbuh ekonominya. Mulai dari tenaga kerja, penjual bahan bangunan, warga setempat, pabrik-pabrik bahan bangunan, pajak, fasilitas umum dll mendapat jatah bagian. Berarti secara makro, industri properti dapat mendorong perekonomian Indonesia tumbuh lebih cepat.
Untuk mendorong industri properti perlu kerjasama berbagai pihak. Pemerintah misalnya menambah stimulus kepada industri properti, bisa dengan relaksasi pajak, penurunan LTV, kemudahan perijinan dll. Pihak perbankan dapat memberikan perpanjangan usia KPR menjadi 30 tahun, kemudahan persyaratan KPR dll. Pihak swasta memberikan diskon tambahan sehingga harga dapat lebih terjangkau. Sehingga investor properti atau pembeli rumah pertama juga lebih mudah memiliki unit properti.
Dengan demikian industri properti dapat tumbuh kembali, dapat mengurangi pengangguran, dapat mendorong industri lainnya, dan pada ujungnya adalah mendorong perekonomian Indonesia.
Temukan Hot Buyers Anda bersama kami di : >>https://t.co/UzgoSitdSx?amp=1<<
Ikuti perkembangan terbaru Info Terupdate seputar Properti hanya di reginarealty.co.id
Klik di sini