Home    Gong Xi Fa Cai | Imlek 2019 di Tahun Babi Tanah

Gong Xi Fa Cai | Imlek 2019 di Tahun Babi Tanah

 

Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama (bahasa Tionghoa: 正月; pinyin: zhēng yuè) di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh 十五暝 元宵節 pada tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama). Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī 除夕 yang berarti “malam pergantian tahun”.

 

Di Tiongkok, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru Imlek sangat beragam. Namun, kesemuanya banyak berbagi tema umum seperti perjamuan makan malam pada malam Tahun Baru, serta penyulutan kembang api.

 

Meskipun penanggalan Imlek secara tradisional tidak menggunakan nomor tahun malar, penanggalan Tionghoa di luar Tiongkok seringkali dinomori dari pemerintahan Huangdi. Setidaknya sekarang ada tiga tahun berangka 1 yang digunakan oleh berbagai ahli, sehingga pada tahun 2017 masehi “Tahun Tionghoa” dapat jadi tahun 4715, 4714, atau 4654.

 

Di Indonesia, selama tahun 1968-1999, perayaan tahun baru Imlek dilarang dirayakan di depan umum. Dengan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, rezim Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, melarang segala hal yang berbau Tionghoa, di antaranya Imlek.

 

Masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia kembali mendapatkan kebebasan merayakan tahun baru Imlek pada tahun 2000 ketika Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres Nomor 14/1967. Kemudian Presiden Abdurrahman Wahid menindaklanjutinya dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 19/2001 tertanggal 9 April 2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif (hanya berlaku bagi mereka yang merayakannya). Baru pada tahun 2002, Imlek resmi dinyatakan sebagai salah satu hari libur nasional oleh Presiden Megawati Soekarnoputri mulai tahun 2003.

 

Tahun Babi Tanah 2019

Di Tahun 2019 jatuh pada Tahun Babi Tanah adalah saat yang tepat untuk menyelesaikan hal apapun yang Anda mulai kerjakan di tahin sebelumnya atar tahun-tahun sebelumnya. Tahun Babi Tanah mengajak Anda untuk kembali dan melihat apa yang telah Anda dapatkan untuk membuat suatu perubahan. Penting untuk memperbaiki tujuan dan strategi Anda agar dapat menghadapi situasi apapun.

Waktu yang ideal untuk bersiap untuk menghadapi beberapa perubahan besar yang sangat mungkin terjadi di siklus zodiak china baru yang diawali dengan Tahun Tikus Logam pada tahun 2020 nanti dan Tahun 2019 menunjukan tahun yang sangat baik untuk bisnis

 

Makna Imlek

Makna Imlek merupakan satu akar budaya, di mana saat perayaan itu berlangsung, seluruh keluarga berkumpul dan bersama-sama secara khusyuk mengenang leluhurnya.

Tak hanya, makna imlek juga diartikan sebagai perayaan yang dilakukan oleh petani-petani di Cina setelah melalui musim dingin yang sangat menusuk dan kemudian para petani mensyukuri permulaan musim semi dengan penuh harapan.

Selama perayaan Imlek, masyarakat Tionghoa merayakannya dengan sembahyang Imlek, sembahyang pada Thian, dan perayaan Cap Go Meh yang bertujuan sebagai wujud syukur dan doa harapan agar di tahun depan mendapatkan rezeki yang lebih banyak.

Selain itu, biasanya perayaan Imlek menjadi sarana silaturahmi dan bagi-bagi angpau untuk kerabat dan tetangga, serta menjamu para leluhur mereka.

Oleh sebab itu, satu hari sebelumnya atau pada saat Hari Raya Imlek para anggota keluarga akan datang ke rumah anggota keluarga yang memelihara lingwei (meja abu) leluhur untuk bersembahyang, atau mengunjungi rumah abu tempat penitipan lingwei leluhur untuk bersembahyang.

Sebagai bentuk penghormatan dan sebagai tanda balas-budi maka pada saat acara sembahyang dilakukan pula persembahan jamuan makan untuk arwah para leluhur. Makna dari adanya jamuan makan untuk arwah leluhur adalah agar kegembiraan dan kebahagian saat menyambut hari raya Imlek yang dilakukan di alam manusia oleh keturunannya juga dapat turut serta dinikmati oleh para leluhur di alam lain.

 

Makna Serba-serbi Perayaan Tahun Baru Imlek

Tak hanya makna imlek saja yang menarik untuk diulas, namun serba-serbi yang berhubungan dengan tahun baru Imlek juga menarik untuk dibahas, seperti angpau, lilin besar, jeruk Mandarin, kue keranjang serta hiasan yang didominasi oleh warna merah dan emas.

 

Kue Keranjang

Kue ini sangat khas dan hampir selalu disajikan pada saat perayaan imlek. Kue keranjang atau biasa dikenal dengan kue ranjang, dalam bahasa Mandarin disebut dengan Nian Gao atau dalam dialek Hokkian disebut dengan Ti Kwe, yang diperoleh dari wadah cetakan kue yang berbentuk Keranjang.

Dalam dialek Hokkian, Ti Kwe memiliki arti sebagai “kue manis” yang sering disusun tinggi bertingkat-tingkat yang memiliki arti sebagai peningkatan rezeki atau kemakmuran.

Jika di China ada kebiasaan untuk menyantap kue keranjang ini terlebih dahulu saat tahun baru dengan harapan mendapatkan keberuntungan dalam pekerjaan. Kue ini terbuat dari tepung ketan dan gula yang menjadikan kue keranjang ini memiliki tekstur yang kenyal dan lengket.

 

Angpau

Amplop merah ini selalu dinanti saat perayaan imlek. Mulai dari anak kecil hingga dewasa bakalan senang jika menerima amplop merah yang satu ini.

Salah satu makna angpau adalah filosofi transfer kesejahteraan atau energi. Transfer kesejahteraan dari orang mampu ke tidak mampu, dari orangtua ke anak-anak, dari anak-anak yang sudah menikah ke orangtua.

Angpau dalam perayaan tahun baru Imlek diberikan oleh seseorang yang sudah menikah kepada anak-anak, orang tua, ataupun dewasa yang belum menikah.

 

Jeruk Mandarin

Tak hanya ada kue keranjang dan angpau yang menemani perayaan tahun baru Imlek, namun ada juga jeruk. Jeruk dalam bahasa Mandarin disebut ‘chi zhe’, ‘chi’ artinya rezeki dan ‘zhe’ berarti buah. Jadi, makna dari jeruk pada Imlek adalah buah pembawa rezeki.

Tak hanya jeruknya sendiri saja yang memiliki arti baik, namun warna jeruk juga memiliki arti. Masyarakat China menganggap jika warna orange cerah ini sebagai lambang emas yang berkonotasi pada rezeki yang berupa uang.

 

Barongsai

Tak lengkap rasanya jika saat perayaan tahun baru imlek, tapi ada tarian singa. Konon kabarnya, tarian barongsai ini memiliki makna untuk mengusir roh-roh jahat, karena mereka percaya jika monster, hantu, roh-roh jahat takut dengan suara keras. Alasan tersebutlah yang menjadi alasan kenapa Barongsai selalu hadir dalam perayaan imlek. Tak hanya tarian barongsainya saja yang memiliki arti, namun suara pukulan simbal, gong, gendang yang mengiringi tarian Barongsai memiliki makna membawa keberuntungan.

 

Merah dan Emas saat Imlek

Pada perayaan tahun baru Imlek, sadar atau tidak mungkin kamu akan disuguhi oleh dekorasi yang didominasi oleh warna emas dan merah.

Warna merah dalam perayaan imlek dipercaya sebagai pembawa keberuntungan, sedangkan warna emas atau kuning dianggap sebagai warna paling indah, sebab kuning menghasilkan Yin dan Yang menurut pepatah kuno Tiongkok. Maka dari itu, warna kuning memiliki arti sebagai pusat dari segala hal.

12208Like

Related Articles

Makna Tahun Baru Imlek Dalam Kehidupan