Berbagai Keuntungan dari Beton Hijau, Solusi Alternatif Ramah Lingkungan
Beton hijau adalah bentuk inovatif dari beton ramah lingkungan yang dibuat menggunakan limbah atau bahan sisa industri, serta memerlukan lebih sedikit energi dalam produksinya dibandingkan beton konvensional.
Beton hijau menghasilkan lebih sedikit emisi karbon dioksida (CO2) dan dianggap lebih murah serta tahan lama.
Tujuan utama dari penggunaan beton hijau adalah untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam dengan memanfaatkan bahan yang dapat didaur ulang, serta mendukung keberlanjutan dalam industri konstruksi.
Article
Keuntungan Beton Hijau
- Pengurangan Emisi CO2:
Dengan kebutuhan energi yang lebih rendah, produksi beton hijau menghasilkan emisi gas berbahaya yang lebih sedikit. Karbon dioksida, yang berperan dalam pemanasan global, dapat menyebabkan perubahan iklim, kenaikan permukaan laut, dan dampak negatif pada pertanian dan kehidupan hewani.
Mengingat bahwa produksi semen menyumbang sekitar 4-5% emisi CO2 global, penggunaan beton hijau dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi dampak lingkungan tersebut.
- Penghematan Energi:
Produksi semen portland memerlukan jumlah besar batu bara atau gas alam untuk proses pemanasan, serta energi yang signifikan untuk penambangan dan transportasi bahan baku. Dengan menggunakan limbah industri seperti fly ash, beton hijau dapat mengurangi konsumsi energi.
Fly ash, yang merupakan limbah pembakaran batu bara, telah tersedia sebagai produk sampingan dari industri lain, sehingga tidak membutuhkan lebih banyak energi untuk diolah.
Recently Listed Properties
Bahan Pembentuk Beton Hijau
Beton hijau umumnya menggunakan bahan pengganti agregat dan semen dari limbah industri, yang memberikan manfaat ekologis serta ekonomis.
Bahan Pengganti Agregat:
– Limbah Kertas: Papercrete, beton yang menggunakan kertas daur ulang sebagai agregat, meskipun sedikit, sudah cukup untuk mengurangi dampak lingkungan.
– Limbah Plastik: Sampah plastik yang tidak dapat diurai dapat menggantikan hingga 20% agregat dalam beton, meskipun kekuatannya terbatas, beton ini merupakan alternatif ramah lingkungan.
– Serbuk Kaca: Penggunaan serbuk kaca sebagai pengganti agregat tidak hanya meningkatkan kuat tekan beton, tetapi juga membantu mengurangi limbah kaca yang terbuang.
Bahan Pengganti Semen:
– Fly Ash: Limbah pembakaran batu bara ini menggantikan semen, menurunkan emisi CO2, dan lebih ekonomis.
– Ground Granulated Blastfurnace Slag (GGBS): Limbah dari produksi baja ini dapat menggantikan 70-80% semen, meningkatkan durabilitas beton dengan menurunkan permeabilitasnya.
– Silica Fume: Hasil sampingan dari produksi silikon, mampu menggantikan 7-12% semen dalam beton, serta meningkatkan umur beton dengan mengurangi permeabilitasnya.
Beton hijau dengan demikian menjadi langkah penting menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan, yang menggabungkan efisiensi energi, pengurangan emisi, dan pemanfaatan limbah industri secara optimal.
Our Agents
Temukan Hot Buyers Anda bersama kami di : >>https://t.co/UzgoSitdSx?amp=1<<
Sumber: https://www.universaleco.id/blog/detail/beton-hijau-sebagai-material-ramah-lingkungan/298
37855Like