Pemerintah Terus Berusaha Tingkatkan Rasio KPR di Atas 2,9 Persen
source : https://www.youtube.com/embed/EfwtzDRV6ds
Dilansir darii Kompas.com, di negara tetangga, rasio KPR sudah ada di angka dua digit, sedangkan di Indonesia rasio KPR masih di bawah 5 persen. Dalam upaya menyediakan perumahan bagi rakyat Indonesia terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akui menghadapi banyak tantangan salah satunya adalah meningkatkan rasio KPR.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Bapak Herry Trisaputra Zuna dalam webinar rangkaian peringatan Hari Perumahan Nasional 2021 bertajuk “Geliat Pemenuhan Rumah MBR Dalam Pemulihan Ekonomi”, Jumat (20/8/2021).
Baca Lengkap : JUAL RUMAH DI PONDOK INDAH CUMA 4 MILYARAN
Our Agents
Pada seminar tersebut, Bapak Herry menjelaskan bahwa terdapat tantangan yang cukup berat sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Tantangan tersebut di antaranya adalah bagaimana Indonesia meningkatkan rasio KPR dari saat ini 2,9 persen menjadi 4 persen pada tahun 2024. Jika dibandingkan dengan negara tetangga, rasio KPR sudah mencapai dua digit.
Menilik data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sektor properti tetap tumbuh positif di masa pandemi Covid-19 meski sempat melambat tumbuh pada Triwulan II-2020 sampai Triwulan I-2021. Saat pandemi Covid-19 berlangsung sektor properti paling berpengaruh terhadap ketahanan perekonomian Indonesia. Untuk mengatasi tantatangan yang ada, Kementerian PUPR akan memberi kemudahan bagi MBR untuk mendapatkan rumah melalui bantuan pembiayaan perumahan.
Berjalannya stimulan pembiayaan perumahan khususnya bagi MBR membuat sektor properti mulai naik pada Triwulan II tahun 2021. Bapak Herry menyatakan Kementerian PUPR akan terus menganggarkan dan memfasilitasi berbagai kebijakan untuk kemudahan memperoleh rumah bagi MBR sebagai dukungan terhadap program RPJMN tersebut. Mulai dari Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), dan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
Selain itu, ada juga insentif Pemerintah berupa bebas PPN 100 persen untuk pembelian rumah kurang dari Rp 2 miliar dan diskon 50 persen untuk pembelian rumah dengan harga Rp 2 miliar-Rp 5 miliar. Ini hanya berlaku pembelian rumah tapak dan unit rumah susun.
Baca Lengkap : Kediaman Tepi Danau yang Tenang, Sutera Winona
Recently Listed Properties
KPR Meningkat Sepanjang Sejak Juli 2021
Dikutip dari Merdeka.com, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur, mengatakan bahwa pertumbuhan kredit konsumsi terus meningkat sepanjang Juli 2021. Pertumbuhan positif terutama terjadi pada KPR yang tumbuh sebesar 6,79 persen pada bulan Juli 2021.
Sumber :
- https://www.kompas.com/properti/read/2021/08/21/220000821/rasio-kpr-di-indonesia-2-9-persen-pemerintah-akui-sulit-ditingkatkan
- https://www.merdeka.com/perbankan/bos-bi-permintaan-kpr-naik-sepanjang-juli-2021.html
Temukan Hot Buyers Anda bersama kami di : >>https://t.co/UzgoSitdSx?amp=1<<
Ikuti perkembangan terbaru Info Terupdate seputar Properti hanya di reginarealty.co.id
Klik di sini