7 Tips Investasi Properti Untuk Pemula Dari Pakar Properti
Menurut laporan dari Realtor.com, investor properti di Amerika mencapai 14,8% dari total pembelian rumah. Angka tertinggi yang pernah tercatat. Sedangkan di Indonesia, menurut data Kementerian Investasi/BKPM, investasi properti pada triwulan pertama 2024 mencapai Rp 29,4 triliun. Ini menunjukkan bahwa investor mampu melihat peluang di tengah penjualan properti yang masih belum pulih meski paska pandemi.
Bagi pemula yang tertarik memulai investasi properti, terdapat beberapa tips penting dari 2 pakar properti yakni Maxim Zubarev, spesialis real estat berlisensi yang bekerja di Inside Dubai Estate dan Alex Shekhtman, seorang ahli hipotek dan pendiri LBC Mortgage.
Article
1. Riset Lokasi yang Mendalam
Menurut spesialis real estat dari Inside Dubai Estate Maxim Zubarev, lokasi tetap merupakan faktor utama, tetapi kini investor perlu mengevaluasi lebih dalam. Variabel seperti pertumbuhan daerah, tingkat kejahatan, statistik sekolah, dan tren sewa akan berdampak pada nilai properti.
Selain itu, area dengan kehadiran perusahaan startup, ruang kerja bersama, atau fasilitas hiburan baru dapat menawarkan prospek keuntungan yang lebih tinggi di masa depan.
2. Perhatikan Rencana Pembangunan Masa Depan
Selain faktor lokasi, rencana pembangunan di sekitar properti juga patut diperhatikan. Zubarev menyarankan agar investor memperhatikan proyek infrastruktur, perubahan tata ruang, dan pengembangan ekonomi di daerah tersebut, seperti pembangunan jalur transportasi atau masuknya perusahaan besar.
Alex Shekhtman dari LBC Mortgage juga menyarankan untuk fokus pada area yang masih berkembang namun berpotensi tinggi.
3. Pilih Pembiayaan yang Tepat
Shekhtman menekankan pentingnya memilih pembiayaan yang fleksibel. Selain bunga rendah, investor pemula perlu mengeksplorasi berbagai pilihan pinjaman, seperti pinjaman konvensional atau FHA, yang sesuai dengan kondisi keuangan mereka.
Konsultan hipotek dapat membantu merencanakan pembiayaan yang sesuai, termasuk strategi seperti house hacking, di mana investor tinggal di properti investasi dan menyewakan bagian lain untuk menambah pemasukan.
Recently Listed Properties
4. Hindari Meminjam Terlalu Besar
Menurut Shekhtman, kestabilan arus kas lebih penting dibandingkan jumlah pinjaman, dengan begitu investor pemula disarankan untuk tidak meminjam terlalu besar. Dengan memprioritaskan dana cadangan, investor dapat mengantisipasi biaya tak terduga tanpa mengganggu stabilitas finansial.
5. Pertimbangkan Pengelola Properti
Menyewa jasa pengelola properti profesional dapat membantu dalam operasional harian, memungkinkan investor fokus pada pengembangan aset. Pasalnya, mengelola properti sendiri bisa memakan waktu dan tenaga, terutama bagi pemula. Meski begitu, biaya tambahan perlu dipertimbangkan dan disesuaikan dengan anggaran.
6. Rencana Pemeliharaan yang Efektif
Zubarev menegaskan pentingnya strategi pemeliharaan yang baik untuk menjaga nilai properti. Menggunakan material tahan lama bisa menurunkan biaya pemeliharaan di jangka panjang. Bahkan dengan kondisi properti yang baik, pemeliharaan tetap diperlukan untuk mencegah masalah besar yang bisa mengurangi keuntungan.
7. Properti dengan Potensi Peningkatan Nilai
Menurut Shekhtman, setiap peningkatan dapat menaikkan tarif sewa dan menarik penyewa berkualitas, sehingga memberikan pengembalian lebih tinggi. Dengan begitu, properti yang dapat ditingkatkan nilainya, seperti dengan renovasi atau penambahan unit, bisa menjadi peluang besar.
Our Agents
Temukan Hot Buyers Anda bersama kami di : >>https://t.co/UzgoSitdSx?amp=1<<
Sumber: MSN.com, Realtor.com, Kompas.com
38693Like